Kabupaten Lima Puluh Kota, tidak dapat dipungkiri lagi dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komiditi perkebunan jeruk yang cukup produktif dan bahkan telah memiliki ikon sendiri yang terkenal dengan sebutan Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) yang merupakan salah satu jenis jeruk yang sangat disukai dan diminati masyarakat. Tidak saja di daerah Sumatera Barat, bahkan juga nasional seperti di Riau dan daerah lain seperti di Jakarta.
Kecamatan Gunuang Omeh merupakan sentra utama penghasil Jesigo, meskipun jeruk jenis ini juga ditanam dan dihasilkan oleh beberapa nagari lain di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam kenyataannya jeruk ini lebih banyak diproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan buah-buahan belaka, meskipun beberapa waktu belakangan telah ada nilai tambah dengan berdirinya beberapa industri pengolahan jeruk dalam bentuk selai jeruk.
Berpijak dari keinginan menambah nilai lebih pada produksi Jesigo sekaligus dalam rangka meningkatkan wawasan aparatur dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana program dan kegiatan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan jeruk inilah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota merasa perlu melakukan studi tiru ke Bengkulu, persisnya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Bengkulu serta IKM setempat dari tanggal 30 November sd 4 Desember 2021.
Rombongan studi tiru ASN Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota ini berjumlah 9 (Sembilan) orang dipimpin langsung Kepala Dinas yang baru Fery Chofa, SH, LL.M didampingi Kabid Binwas Industri, Zulfahmi, SE dan Kabid Sarana dan Prasarana, Debby Seprima, SE serta didampingi pejabat dan staf teknis terkait menempuh perjalanan darat.
Dalam kunjungan ke Provinsi, rombongan diterima langsung oleh Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, Sisardi , MM yang memaparkan dengan gamblang dan jelas bagaimana peran dan fungsi Disperindag dalam mengembangkan IKM pengolahan jeruk Kalimansi di Bengkulu seperti upaya peningkatan produksi, kontrol kualitas, packaging, branding hingga fasilitasi akses pasar regional, nasional hingga internasional. Hal ini telah disusun dalam Rencana Strategis Disperindag Provinsi Bengkulu.
Acara berlanjut ke kunjungan lapangan di IKM pengolahan jeruk Kalamansi Putri Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan produk usaha berupa Minuman Kemasan dan Sirup Jeruk Kalamansi yang telah mendapat berbagai penghargaan nasional serta eksis di berbagai pasar dan outlet retail nasional seperti Hypermart, Alfa Mart dan Indomaret. Home industry Putri Bengkulu yang dipimpin Bapak Prawoto ini memiliki keunggulan dan nilai lebih dalam kualitas, produktifitas dan pemasaran yang tidak lagi manual tapi juga telah memanfaatkan teknologi mesin dan bisnis digital. Bahkan saat ini, mereka juga sedang mengembangkan pengolahan limbah dari kulit jeruk untuk dijadikan minyak atsiri yang masih dalam tahap uji coba.
Kurang lebih sama, platform agenda yang sama juga berlangsung ke Dinas Perindag Kota Bengkulu. Yang membedakan barangkali kunjungan lapangan dilakukan di IKM yang berbeda, yakni IKM Serai Alam Lestari (SAL) yang dipimpin oleh urang awak Amti Chaniago, meski produksi usaha masih manual tapi sudah digital dalam pemasaran berkat bantuan pendampingan dalam bentuk program CSR dari PT Telkom sehinggan mereka mampu menembus pasar internasional ke Korea Selatan. Usaha sirup dari Jeruk Kalamansi ini juga memiliki berbagai level rasa dari sangat asam, asam hingga manis.
Rombongan Disperinaker Lima Puluh Kota pada kesempatan ini juga menyempatkan diri berkunjung ke Dekranasda Provinsi Bengkulu yang telah memiliki anjungan terpadu dan terintegrasi dalam satu area di Kota Bengkulu. Dalam perjalanan pulang, rombongan juga mengunjungi usaha produksi gula semut aren di Kabupaten Rejang Lebong.
“Kita berharap setidaknya dari kunjungan ke Bengkulu ini, kita bisa merencanakan program dan kegiatan jangka pendek dan menengah yang bisa mendukung upaya pengembangan usaha pengolahan jeruk Jesigo yang ada di Lima Puluh Kota seperti produksi, branding hingga digitalisasi pemasaran dan penjualan” Ujar Fery Chofa menutup pembicaraan. (fc)
Feedback