Sarilamak - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota kembali menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM). Kali ini kerjasama antara dua OPD tersebut dilaksanakan dengan melaksanakan pelatihan pengolahan dan diversifikasi produk dari katechin. Hal ini sejalan dengan program unggulan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam hal menumbuhkan Wira Usaha Baru (WUB). Selain itu, pelatihan pengolahan dan diversifikasi produk katechin juga akan mendukung tumbuh kembangnya IKM pengolahan gambir selaku komoditi unggulan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari kedepan ini diikuti oleh 50 orang peserta. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Fitma Indrayani, SH selaku Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lima Puluh Kota pada pukul 16.00 tanggal 20 Juni 2022. Pembukaan dan pelaksanaan pelatihan berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembukaan pelatihan ini turut dihadiri oleh Asben Hendri, SE., MM selaku Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat dan Fery Chofa, SH., LL.M selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota.
Fery Chofa dalam sambutannya kembali menekankan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka melakukan pemberdayaan IKM yang menjadi salah satu Tupoksi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang terus terjalin dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat khususnya dalam hal pemberdayaan IKM. Beliau menambahkan agar kerjasama dengan berbagai pihak menyangkut pemberdayaan IKM ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi kedepannya. Hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui tumbuh kembangnya IKM di Kabupaten Lima Puluh Kota
Selama lima hari pelaksanaan, pelaku IKM akan dilatih oleh Prof. Dr. Apt. Amri Bakhtiar, MS, DESS selaku narasumber dalam mengembangkan kemampuan dalam pengolahan dan diverisifikasi produk turunan katechin. Diantara diversifikasi produk yang akan dipraktekkan adalah pembuatan sabun, pasta gigi, shampoo, masker wajah, dan permen jeli. Berdasarkan materi pelatihan yang akan disampaikan ini maka peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah IKM pengolahan yang berasal dari daerah sentra Gambir, yakni Kec. Kapur IX, Kec. Pangkalan Koto Baru, Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka, Nagari Solok Bio-bio Kecamatan Harau, dan Kecamatan Lareh sago Halaban, Kecamatan Akabiluru, dan Nagari Taeh Bukik Kec. Payakumbuh.
Sebelum membuka acara, Fitma Handayani menyampaikan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan daerah penghasil gambir terbesar di Sumatera Barat, namun rendah dan tidak stabilnya harga jual gambir menjadi tantangan sendiri bagi para petani.
Oleh karena itu, beliau memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan pelatihan ini. Dengan adanya pelatihan diversifikasi produk olahan gambir nantinya akan mendorong tumbuhnya generasi milineal yang mampu memproduksi berbagai macam produk siap pakai yang berbahan baku gambir. Beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu bersinergi dan akan hadir untuk siap membantu memfasilitasi pengembangan IKM gambir kedepannya. Mengakhiri sambutannya beliau berpesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius sehingga pelatihan yang dilaksanakan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang mampu meningkatkan harga jual komoditas gambir dengan berbagai jenis produk yang dihasilkan.
Feedback