Berita Terkini

TEKAN ANGKA PENGANGGURAN, DISNAKERTRANS ADAKAN PELATIHAN TEKNISI PERBENGKELAN LAS

Post Title

Dalam rangka memperluas lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Lima Puluh Kota, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja melakukan Pelatihan Teknisi Perbengkelan Las bagi 12 (dua belas) orang peserta yang berasal dari tiga kecamatan yakninya Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Luak dan Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Pelatihan ini dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari/240 jam dan dibiayai dengan dana APBD Lima Puluh Kota melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dari Bapak Zukron, B. Ac F. PKS. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.

Pelatihan Pengelasan ini lansung dibuka oleh Bapak Fery Chofa, SH., LL.M selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota pada tanggal 22 November 2021 dan ditutup oleh Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh tanggal 24 Desember 2021. Para peserta dilatih oleh instruktur-instruktur BLK yang handal dan terampil. Hasil dari Pelatihan ini berupa rak file, bingkai papan pengumuman dan rak pot bunga.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini kita berharap agar peserta kegiatan Pelatihan Teknisi Perbengkelan Las ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan serta konsep yang jelas dalam mengembangkan usaha masing-masing dan sejalan dengan itu dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas yang lebih baik’’ ujar Bapak Fery Chofa dalam sambutannya.  Fery Chofa juga mengungkapkan beberapa sasaran dan arah kebijakan pembangunan ketenagakerjaan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitunya penurunan tingkat pengangguran, peningkatan kesempatan kerja, tertatanya sistem informasi dan penempatan tenaga kerja yang baik dan terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pimpinan perusahaan dengan pekerja.

Tujuan dan arah pembangunan ketenagakerjaan yang dilakukan melalui Pelatihan Teknisi Perbengkelan Las ini adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja yaitu mendorong percari kerja sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta kesempatan kerja (job Kreator). Selain itu juga menyiapkan tenaga kerja dengan berbagai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan dapat meningkatkan produktifitas tenaga kerja melalui  peningkatan keterampilan serta memperluas informasi kerja. (Ling/Yr)

Video Terbaru


Agenda



Sampaikan Saran Anda


Polling

lorem

LIHAT